Translate

Minggu, 10 September 2017

sensasi patah hati

dulu aku selalu nyinyir tiap kali aku menemukan kasus-kasus patah hati. dimana si korban, bisa menangis berhari-hari, murung, mogok makan, gk punya semangat hidup bahkan prustasi. entah itu yang baru diputusin pacar, terpaksa mutusin pacar, pacarnya ketahuan bohong, kurang perhatian atau ketahuan selingkuh.

"ya udahlah kalo udah ketahuan gak bener ngapain sih masih dipikirin, tinggalin aja, masih banyak kok yang lebih baik diluar sana."

"kalo kamu masih cinta sama dia ya udah lanjutin aza, tapi kamu harus bisa terima dan tahan dengan kekurangan dia."

"ngapain sih orang kayak gitu mesti ditangisin, udah jelass dia ssalah, bagus ketahuan, jadi kamu gak lama-lama disakitinnya."

"kamu tuh harus bersyukur, keburukannya bisa terbongkar, jadi kamu gak dibohongin terus."

"kamu itu gak jelek, kamu itu pantas dapet yang terbaik."

kata-kata itu sering kali kita dengar saat kassus patah hati terjadi, untuk menyemangati si korban tentunya.

sekarang aku tahu, patah hati dalam kehidupan percintaan ituuuu, sakit, nyesek bikin galau dan dilema.

penyebab patah hati:

bukan karena kita takut ditinggalkan atau tak bisa hidup tanpa sidia, bukan karena kita cinta mati sama dia atau karena dia yang terbaik buat kita (kalo baik sih gak bakal bikin patah hati).
tapi karena kita kecewa, bahwa kita tidak pernah menyangka bahwa kita akan dikecewakan (dibohongi, diduakan, tidak diperhatikan).

karena kita punya harapan dan harapan yang sudah kita gantungkan pada sidia ternyata dihempas begitu saja bukannya terwujud.
kita kecewa karena prasangka baik kita salah, karena harapan kita pupus,,,,
tentu saja karena kita tidak pernah menginginkan hal buruk ini terjadi, kita syok, dan kemudian hanya bisa menangis.

kita kecewa karena kenyataan bahwa kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan.

patah hati bahkan bisa terjadi dalam hubungan apapun, tidak hanya dalam hubungan sepasang kekasih, tapi dalam hubungan pertemanan, hubungan kerja dan hubungan sosial lainnya.

menangis itu wajar, bukan karena kita lemah, bukan karena kita takut ditinggalkan dan kehilangan tapi justru karena kita punya hati dan perasaan sehingga bisa merasakan kekecewaan.

dan jika patah hati sudah terlanjur terjadi, kekecewaan sudah terasa, nikmati saja, jika ingin marah, marahlah (dengan elegan), jika ingin menangis, menangis lah sampai lega, kemudian, bangkitlah di satu (tanpa berlama-lama).

kembalikan semuanya pada tuhan.
ingatlah bahwa tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan melampaui batas kemampuan umatnya.
ingatlah bahwa tidak pernah ada yang salah jika itu datangnya dari tuhan.

tuhan menguji umatnya bukan untuk mengetahui apakah kita bisa lulus atau tidak dalam menghadapinya. sesungguhnya tuhan sudah tahu apakah kita akan lulus atau tidak dalam ujiannya, tapi tuhan menguji kita, umatnya, untuk membuat kita melihat sendiri seberapa besar kekuatan kita, seberapa sabar kita, dan bagaimana kita menyikapi ujian tersebut lantas bagaimana hasilnya, agar kita belajar.

setahun lalu aku memutuskan untuk melakukan operassi pembedahan payudara, ada FAM, sejenis tumor jinak di salah satu payudaraku. aku berani...